Selamat pagi sobat trader,
Pagi ini saya mau sharing dikit.
Ceritanya kemarin saya ikutan kontes trading di salah satu broker yg berada di Belanda (broker ini cukup terkenal dan sudah lama berdiri). Syarat utamanya adalah deposit $10.000 untuk modal awal. Kontes ini dimulai pukul 12.00 waktu meta trader atau kurang lebih jam 16.00 sore tgl 14 Oktober kemarin dan berakhir pada tanggal 25 oktober depan.
Hadiah utamanya ndak gede-gede banget sih, hadiah utama adalah $400 saja (kecil banget kan?). Saya ikutan hanya karena ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan yg tidak seberapa yang saya miliki dan pengalaman yang minim yang baru saya jalani terhadap dunia trading. Ternyata yang ikutan jadi peserta adalah 18.937 orang trader dari seluruh dunia.
Saat start dimulai, saya mulai mengambil posisi trading di beberapa mata uang dan komoditi. Saya menggunakan beberapa analisa tehnikal dan pengetahuan yg minim saya miliki.
Tapi dalam bertransaksi, saya menggunakan dasar-dasar basic seorang trader secara basic.
Basic dan Prinsip2 trader itu adalah :
1. Membuat pola kerja awal untuk pencapaian tujuan
2. Membuat / memutuskan berapa besaran lot yang akan di pergunakan dalam transaksi.
3. Memperhitungkan draw down yang mungkin terjadi dan berapa besar tahanan yang harus disiapkan.
4. Mata uang apa saja yang volativitasnya tinggi pada saat itu.
5. Dan siapkan kopi dan rokok (bagi yg merokok)
Persis jam 16.00, kontes dimulai….
Dalam 1 jam saja, trader2 dunia tsb bisa membuat profit sampai 2000% - 3000% dari modal awal. Atau sekitar saldo $ 20 rb dan $30rb an.
Tapi ternyata dalam hitungan menit pula, banyak trader2 hebat tersebut terhilang dari list papan atas alias margin call (tutup rekening) krn adanya beberapa lonjakan dari transaksi hari ini.
Posisi saya pada pukul 17.00 pada urutan 479 dari 18.937 orang peserta lainnya atau ada di 2,3% di papan atas.
Bukan untuk menyombongkan diri, Cuma dalam hal ini….ternyata hal-hal yang basic kadang kala sering dilupakan oleh seorang trader yang hebat atau sudah lama sekalipun.
Apalah saya….saya hanyalah trader yang seumuran jagung, dengan pengalaman dan pengetahuan yang minim.
Yang besar dari saya hanyalah keinginan untuk berbagi informasi kepada orang lain, yaitu sobat trader.
Saya lalu ingat akan cerita lama yang berjudul “ Memanah burung rajawali”, bagi beberapa orang mungkin masih ingat dengan cerita ini yang popular di tahun 1980 an. Di mana diceritakan ada seorang pendekar yang bodoh dari Negara mongol, yang belajar ilmu beladiri, tapi pendekar ini hanya mengenal 18 jurus dasar saja yang diajarkan oleh gurunya.
Nama pendekar tsb adl Kwee cheng dengan jurus 18 Pukulan Penahluk Naganya.
Dengan hanya bermodalkan 18 jurus itu saja, kwee cheng bisa menjadi pendekar yang terkenal dan akhirnya menjadi ketua di dunia persilatan….dan seterusnya sampai pada cerita yoko si rajawali sakti…..hehe nostalgia cerita lama.
Yang bisa diambil dari cerita tsb….
untuk menjadi trader yang hebat, bukanlah sobat trader harus memiliki semua pengetahuan di dunia trading dengan ribuan tehnikal, ribuan analisa fundamental dan ribuan alat-alat bantu.
Yang terpenting untuk menjadi seorang trader yang baik, itu ada 7 parameter yang bisa dipakai dasarnya dan David Jenyns membuat 7 parameter dalam penilaian seorang trader yang baik. Jenyns dikenal sebagai salah satu pakar dalam pembuatan sistem trading yang profitable, pernah bekerja di perusahaan broker top Ord Minnett dan telah menulis banyak buku tentang sistem trading. Dan itu adalah :
1. Win-to-Loss Ratio (Win Rate)
Ketika menilai performa sebuah sistem trading, statistik pertama yang perlu Anda tahu adalah Win-to-Loss Ratio, atau Win Rate.
Secara sederhana, Win-to-Loss Ratio dapat diartikan sebagai perbandingan antara rata-rata trading yang Win versus Loss.
Jika rasio ini menunjukkan Anda lebih sering Win daripada Loss, berarti sistem trading yang digunakan sudah berada dalam "jalur yang benar". Namun, jangan keliru menganggap statistik ini sudah pasti benar dengan sendirinya, karena Win-to-Loss Ratio tidak mempertimbangkan seberapa besar Win dan seberapa besar Loss.
Sistem trading tertentu bisa menampilkan Win-to-Loss Ratio yang buruk, tetapi tetap profitable. Contohnya adalah Sistem Turtle Trading yang rasio-nya 40:60, tetapi nyata sangat menguntungkan.
2. Average Win dan Average Loss
Selain menghitung Win-to-Loss Ratio, Anda perlu memastikan bahwa rata-rata nilai pips atau Dolar saat Win lebih besar dibanding rata-rata Loss nya.
Umpamanya backtest Anda terdiri dari 200 kali trading. Jika 150 trading loss dan hanya 50 win, maka jelas Win-to-Loss Ratio Anda adalah 15:75. Namun, itu tak cukup untuk menyatakan apakah sistem trading bagus atau jelek.
Misalnya Average Win suatu sistem trading adalah $2000, sedangkan Average Loss adalah $500, maka sistem trading itu tetap profitable karena (50x2000)-(150x500) = $25,000.
3. Expectancy (Ekspektasi)
Ekspektasi merupakan statistik paling penting dalam mengukur kesuksesan sistem trading, karena meng-kuantifikasi-kan performa sistem dengan lebih komprehensif. Rumus penghitungannya: (% Win x Average Win Size) – (% Loss x Average Loss Size)
Contohnya, jika suatu sistem trading memiliki 80% kemungkinan memenangkan $100 dan 20% kemungkinan Loss $1000, maka ekspektasi-nya: (80% x $100) – (20% x $1000) or $80 – $200 = -$120 Jelas, sistem itu bakal memiskinkan Anda.
Namun sebuah sistem trading yang persis kebalikannya, punya kemungkinan 20% memenangkan $1000 dan kemungkinan 80% untuk loss $100, maka ekspektasi-nya jauh lebih unggul: (20% x $1000) – (80% x $100) or $200 – $80 = +$120
Singkat kata, ekspektasi adalah menghasilkan berapa Dolar return yang diharapkan dari setiap Dolar yang di-risiko-kan dalam sebuah sistem trading. Jika sistem memiliki ekspektasi +120, berarti Anda bisa mengharapkan mendapatkan rata-rata return 120 kali lipat dari modal yang Anda gunakan untuk bertrading.
Namun, tentu saja itu hanya angka sampel saja. Realitanya, akan sangat sulit mencapai ekspektasi hingga ratusan seperti itu. Berapa besar ekspektasi untuk mengukur kesuksesan sistem trading yang realistis?
Sebagai patokan, menurut Jenyns, jika bisa mencapai ekspektasi $0.60, berarti Anda telah bergerak ke arah yang benar menuju sistem trading sukses.
4. Maximum Consecutive Losses (Loss Beruntun Maksimal)
Tengok kembali hasil pengujian Anda untuk melihat berapa banyak Loss beruntun yang dialami oleh sistem trading Anda dalam kondisi masih profit.
Ini penting untuk diketahui karena data statistik tersebut akan memberikan Anda kepercayaan diri ketika berulang kali Loss, sekaligus bisa mengukur kesuksesan sistem trading yang digunakan. Umpamanya, bila Anda tengah menghadapi lima atau enam kali Loss beruntun. Tanpa mengetahui berapa besar Loss beruntun maksimal yang bisa dihadapi, Anda boleh jadi mengira bahwa sistem trading keliru dan tak bekerja dengan baik.
Ini adalah kesalahan yang banyak dialami oleh trader pemula. Pada kenyataannya, sistem trading Anda bisa saja mengalami 10 kali loss, tetapi tetap profitable.
5. Maximum Drawdown (Drawdown Maksimal)
Drawdown Maksimal adalah periode terburuk "terjun dari puncak" dalam performa sistem trading Anda, terlepas dari berapa lama Loss dialami dan berapa kali trading Loss terjadi.
Statistik ini biasanya dikalkulasi secara otomatis jika Anda mengkaitkan akun trading dengan tools analisa akun seperti MyFXbook.
Tak ada patokan tertentu. Dari angka yang muncul, Anda cukup menanyakan pada diri sendiri, apakah Anda merasa nyaman dengan besaran Drawdown yang seperti itu? Jika tidak, maka Anda barangkali perlu mengutak-atik sistem trading yang telah dibuat.
Hal ini kembali lagi ke rasio risk/reward Anda. Sesuai dengan semboyan "High Risk, High Return, biasanya semakin besar risiko siap Anda tanggung, maka makin besar pula Reward-nya. Namun, seberapa besar risiko sungguh-sungguh siap ditanggung? Seandainya sebuah sistem trading bisa menghasilkan return 140% per tahun, tetapi Drawdown-nya 80%, apakah Anda siap menghadapi kemungkinan kehilangan 80% dari total modal Anda ketika menggunakannya? Yang terpenting dalam memilih sistem trading adalah menggunakan sebuah sistem yang Anda sendiri merasa nyaman menggunakannya.
6. Number of Trades (Berapa Banyak Posisi Trading Yang Dibuka)
Salah satu statistik penting yang jarang dibicarakan adalah berapa banyak peluang trading yang dihasilkan sebuah sistem dalam satu periode.
Sistem trading yang bagus semestinya tidak memberikan sinyal terlalu jarang maupun terlalu sering. Jumlahnya harus kurang lebih sama dengan jumlah trading yang mampu Anda buka secara realistis.
Jika sebuah sistem trading memberikan terlalu banyak sinyal, maka Anda akan dipaksa untuk memilih diantara beberapa sinyal dalam satu waktu. Ini berbahaya karena sistem trading menjadi ambigu dan bergantung pada subjektivitas trader. Di sisi lain, jika sistem trading memunculkan terlalu sedikit peluang trading, maka Anda bisa jadi tidak mendapatkan peluang trading yang ada di pasar secara optimal.
7. Profitabilitas
Parameter terakhir dalam mengukur kesuksesan sistem trading, tetapi boleh jadi yang terpenting adalah profitabilitas atau Return on Investment (ROI) dalam waktu satu tahun.
Profit merupakan tujuan akhir trading forex bagi siapapun, sehingga ini bisa dikatakan sebagai parameter paling penting. Namun, dalam mengukur kesuksesan sistem trading, perlu diseimbangkan juga dengan keenam parameter lainnya.
Demikian artikel untuk hari ini ya, sobat trader.
Tetap bersemangat untuk belajar menjadi trader yang lebih baik ya. Salam Profit
Komentar
Posting Komentar