MARGIN, RISK RASIO DAN WIN LOSS RASIO DALAM PERHITUNGAN DI DALAM TRADING

 

Sudah banyak dan sering terdengar pembicaraan sesama trader atau orang yang “merasa” dirinya trader membicarakan penggunaan margin, risk rasio dan win loss rasio.

Pertanyaan mendasar adalah : Apakah mereka sudah benar-benar tahu akan pengertian dari margin, risk rasio dan win loss rasio tersebut?

MARKIBAS = Mari kita bahas… 😊

MARGIN

Margin adalah awal dan dasar dalam perhitungan dalam trading….apakah posisi yang dibuka merupakan posisi yang berisiko tinggi atau tidak.

Margin adalah : Penggunaan Modal dalam pengambilan lot, bisa di hitung dalam satu management strategi trading atau penggunaan margin per posisi yang dibuka.

Contohnya sebagai berikut :

Bapak A, membuka akun trading forex dengan modal awal sebesar $ 5.000….dikarenakan Bapak A menganut teori trading yang umum bahwa trading yang aman adalah hanya menggunakan 1% dari modal saja, maka Bapak A menggunakan atau membelajakan uangnya untuk mengambil posisi maksimal sebesar $50 saja ….. ($50 adalah 1% dari $5.000)

Dikarenakan harga per lot forex adalah $1000, maka lot yang dapat dibuat adalah : $50 / $1000 atau sama dengan 0.05 lot….

Ukuran lot bisa dibesarkan tergantung jenis akun yang dibuat misalkan akun standard, akun mini atau akun mikro dan fasilitas leverage yang diberikan broker.

Dengan asumsi akun yang dibuat adalah akun mini, dimana ukuran terkecilnya adalah 0.1 lot, tentunya ukuran 0.05 lot tidak bisa diterima di akun tersebut.

Akan tetapi dengan adanya fasilitas leverage dari broker…misalkan sebesar 100% – 400%, maka lot yang dibuka bisa membesar sebanyak 4x kali dari ukurannya sebenarnya..…yaitu sebesar 0.2 lot per posisinya dengan tetap mengacu penggunaan margin sebesar 1%.

Contoh dalam gambar :

Dalam contoh gambar, penggunaan margin adalah $25….itu artinya posisi yang dibuka memiliki resiko sebesar : $25 / $5.092.3 = 0.49% (pembulatan = 0.5%) saja….

Kondisi ini sangat aman, karena penggunaan margin yang disarankan adalah maksimal 1%dari modal dan yang sekarang yang dipakai hanyalah separuhnya saja.

Jadi Resiko Modal adalah : 0.5% per open trading.

 

Kemudian…..setelah mengetahui berapa margin yang digunakan….saatnya kita menghitung risk reward rasionya.

Risk reward rasio tergantung masing-masing kebijakan dan keputusan masing-masing trader, ada yang menggunakan rasio 1:5 …..1: 4….1:3…1:2….atau 1:1

Saya pribadi lebih sering menggunakan rasio 1:3 dan minimalnya adalah 1:1 .

Penggunaan rasio 1:5 menurut saya pribadi adalah tidak mudah, terutama pada market yang volatifnya rendah seperti pada pair forex….akan tetapi rasio 1:5 jika dipakai pada pair yang memiliki volatif yang cukup besar seperti pair emas, index dll…maka rasio ini masih bisa dicapai.

Saya menggunakan rasio 1:3 dikarenakan….artinya, saya memiliki 2 kesempatan salah membuka posisi dan bisa ditutup dengan 1 kemenangan trading.

Misal, saya mengalami kerugian akibat terkena stop loss sebanyak 2x, maka jika posisi ke 3 yang saya buka membukukan keuntungan, maka total semua posisi masih terhitung profit sebesar 1 kalinya.

Kembali ke contoh gambar diatas (lihat contoh gambar)…penggunaan margin adl $25….maka target profit yang disarankan adalah sebesar $75 (rasio 1:3) atau $50 (rasio 1:2) dan $25 (rasio 1:1).

Dari perhitungan tersebut, Anda dapat menentukan SL dan TP nya.

Asumsi harga di buka dengan harga 1.500, dan dengan rasio win loss 1: 3 maksimal, maka target profitnya adalah :

TP 1 : 1.500 +75 = 1.507,500 (rasio 1:3)

TP 2 : 1.500 + 50 = 1.505,000 (rasio 1:2)

TP 3 : 1.500 + 25 = 1.502,500 (rasio 1:1)

Demikian halnya dalam menentukan SL nya…

SL 1 : 1.500 – 75 = 1.499,25 (rasio 1: 3)

SL 2 : 1.500 – 50 = 1.499,50 (rasio 1:2)

SL 3 : 1.500 – 25 = 1.499, 75 (rasio 1:1)

Dikarenakan diawal, kita sudah menentukan bahwa kita menggunakan strategi win loss rasionya adalah 1:3 maka penulisan TP dan SL nya adalah : TP : 1.507,500 dan SL : 1.499,75

Sampai sini dulu artikel yang saya tulis mengenai margin, penggunaan modal dalam resikonya dan win loss rasio, semoga bermanfaat.

Salam profit

Zigma Trader Indonesia

Komentar